Artikel Menarik

Pikirkan lagi!!! Kadang Kamu Tidak Sadar, Ini Cuma Menyakiti Hati Teman & Kerabatmu

Reuni, silaturahim, bertamu, atau ungkapan apa saja yang berkaitan dengan berjumpa kembali dengan kerabat, teman lama, sampai mantan. Ups…

Hanya saja beberapa kebiasaan orang-orang bertanya hal sensitive yang sebenarnya timing, situasi, dan posisi yang sangat sangat tidak tepat. Bahkan pertanyaan-pertanyaan ini menjadi tekanan tersendiri bagi orang yang ditanya.

1. Bertanya ke perempuan, “Kenapa sekarang gendutan?”

Kamu bertubuh langsing, kurus, ideal, bukan berarti kamu bisa bertanya seenaknya ke teman-teman kamu seperti ini. Soalnya pertanyaan ini umumnya lebih sering untuk mengejek bukannya peduli. Dan yang paling penting, kebanyakaan perempuan sangat memperhatikan tubuhnya, sampai-sampai mereka melakukan diet, makan makanan yang dianggap sehat, dan perawatan tubuh lainnya. Ini adalah perjuangan bagi mereka. Jadi mengatakan mereka gendut adalah hal yang salah dan menyinggung. Intinya perempuan pada umumnya tidak senang dikatakan gendut. Bisa jadi dia ngambek atau marah ke kamu. Jadi ada baiknya kamu tidak menanyakan hal ini. Tidak ada benefitnya juga kan?

meme kenapa kamu gendutan

2. Lagi reuni terus nanya “kamu kapan nyusul? Yang lain udah pada nikah tuh”

Mungkin kamu terdengar peduli. Tapi sadarkah kamu kalau pertanyaan ini cukup berat dan membuat teman atau kerabatmu tertekan. Memangnya siapa yang tidak ingin menikah? Semua orang punya alasan, bisa jadi mereka sengaja menunda atau belum ada yang datang melamar. Juga saat silaturahim keluarga ada yang sengaja nanyain ini. Hanya sekedar iseng, apa untungnya memang? Tidak jarang ini membuat orang yang sering ditanya jadi tertutup dan memilih menghindar.

kapan nikah meme kapan nikah

3. Semester sudah offside tapi tetap ditanya “kapan sarjana?”
Hmm… emang bener sih kita kadang gak tau temen itu udah semester berapa. Gak salah juga kalo nanya kapan sarjana, sapa tau mau diajak kerja. Iya kan. Tapi ini resek kalo temenmu sudah jelas-jelas offside semesternya, skripsi gak kunjung kelar, diputusin pacar, ditinggal nikah. Jederrrr…. Jadi dramatisir hahaha. Ada banyak alasan teman-teman mahasiswa tidak kunjung kelar, bisa jadi ini alasannya;
– Nungguin pacar biar wisudanya barengan.
– Mengulang semester, karena semester lalu gagal move on dari dosennya.
– Lebih seneng di kampus, banyak junior yang pura-pura perhatian.
– Dosen pembimbing cakep, jadi bimbingannya dilama-lamain.
– Dosen pembimbing lebih sibuk dari presiden jadi susah ditemuin.
– Waktu yang sedikit untuk selesaikan skripsi karena harus kerja untuk bayar kosan.
– Dan alasan-alasan lainnya.
Jadi gimana harus nanyanya? Yah gak usah nanya kalo gak ada kepentingan buat kamu juga. Kecuali kamu mau tawarin kerja atau kalo kamu itu ortunya, istri/suami, pacar, gebetan, mantan si temen yang belum lulus.

kapan sarjana

4. Sudah nikah 2 – 3 tahun, ditanya “kapan punya anak?”

Dan pertanyaan yang jawabnya butuh kekuatan, butuh keikhlasan, butuh pundak, dan siap nyesek, adalah pertanyaan yang diajukan ke orang yang sudah menikah lebih dari dua tahun tapi belum punya anak. Iya,… “kapan punya anak?” Emangnya orang abis nikah trus langsung hamil gitu? Situ aja yang belum nikah, kapan nikahnya???. Pertanyaan ini seharusnya tidak ditanyakan, yang memberikan momongan itu Tuhan, manusia berusaha dan berdoa.

 kapan punya anak

Mungkin kalo dipikir hanya pertanyaan sederhana, tapi pernah kah teman-teman berpikir masalah psikis yang dipikul oleh orang-orang yang telah menikah namun juga belum punya anak? Rasa tertekan, rasa malu, cemburu, dan khawatir bisa saja menghantui pasangan suami istri yang belum punya anak. Melihat teman lain sudah memiliki anak, dan pertanyaan yang sama bertahun-tahun saat silaturahim adalah hal yang membuatnya merasa sedih. Pernahkah kamu berpikir sejenak, apa jadinya kalau kamu diposisi mereka? Lagian untuk apa? Kalau sudah tahu memangnya kenapa? Mau apa? Mau buat aqiqahan buat mereka? Jadi berhentilah menambah beban orang lain dengan menanyakan sesuatu yang membuat orang lain sedih.

5. Barusan resign trus ditanya “Kapan kerja?”, “kenapa jadi ini?”, “kenapa jadi itu?”

Situ kira nyari kerja kayak masak mie instant? Kecuali perusahaan punya keluarga dan lain-lain mungkin gampang. Sayangnya setelah lulus kuliah tidak semua orang bisa mendapatkan kerja dengan cepat. Semakin tingginya kualifikasi menjadikan nyari kerja yang “bagus” itu jadi sedikit lebih berjuang.

melamar kerja

Alhasil beberapa sarjanawan memilih mengisi waktu luang dengan menjadi pelayan, honorer, cashier dan lain-lain untuk punya penghasilan sendiri.

indomaret meme

Tidak ada yang salah kan? Tapi kok kadang ada lagi yang nanya, “kenapa kerja di situ?” pfffffffffffffhtt… jadi power ranger aja sekalian kali yah…

Apa faedahnya artikel ini?

Pertanyaan-pertanyaan di atas memang pertanyaan klise. Tapi saat kamu tanyakan, berpikirlah lagi. Bisa jadi kamu menyakiti hati orang lain. Semoga bermanfaat agar kita bisa lebih menghargai situasi orang lain. Kalo kamu juga punya pertanyaan yang buat orang lain sedih, diskusikan di kolom komentar yah… ^_^)

 

Sumber Gambar: Googling

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *